Sunday, October 8, 2017

Saturday, March 29, 2014

Gempaq!!guru ppkn curi celana dalam dan bra


SITUBONDO, KOMPAS.com - Berdalih ingin memelet mantan pacarnya, seorang oknum guru SD bernama Erfan Septianto (25), Sabtu (29/3/2014) nekat mencuri 29 pakaian dalam wanita berupa celana dalam (CD) dan bra di sebuah tempat kos di jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Situbondo, Jawa Timur. Aksi pria yang mengaku warga Desa/ Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso itu terpergok penghuni kos, Ni Putu Dian Utari (20), salah seorang perawat di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Setelah diteriaki maling, oknum guru SD ini berusaha kabur dengan sepeda motornya, namun tertangkap warga di Jalan Anggrek, Situbondo. Saat dibawa ke Mapolres Situbondo, tersangka Erfan terus merengek minta dilepas

Friday, December 6, 2013

mutu pendidikan terendah


Mutu Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia TEMPO.CO, Jakarta - Programme for International Study Assessment (PISA) 2012 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan. Pemeringkatan tersebut dapat dilihat dari skor yang dicapai pelajar usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. "Selama mengikuti studi tersebut sejak 2000, Indonesia selalu berada pada salah satu peringkat rendah," kata anggota Koalisi Pendidikan, Ade Irawan, melalui rilis pers pada Jumat, 6 Desember 2013. Dalam studi ini, mutu pendidikan Indonesia yang rendah dikonfirmasikan dengan anggaran dan biaya pendidikan yang langsung dibayar masyarakat naik signifikan dari tahun ke tahun. PISA merupakan studi internasional yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development. Indonesia mengikuti dua tes internasional, yaitu studi Trends in International Mathematics and Science Studies dan Progress in Internatioal Reading Literacy Studi untuk murid sekolah dasar. "Indonesia juga berada di ranking terendah dalam kedua studi tersebut," kata Ade. Menurut Ade, PISA harus dilihat secara kritis. "Karena di balik itu ada agenda yang bersifat ideologis-liberalistis yang hanya mengukur tiga kemampuan dasar murid dan tidak memadai dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pendidikan nasional," kata Ade. Ade mengatakan, selayaknya Kementerian Pendidikan mengembangkan sistem assessment bersifat nasional dan mencerminkan keberagaman anak. Mutu pendidikan Indonesia yang rendah, sebagaimana tercermin dari hasil studi PISA, memperlihatkan ada sesuatu yang salah dalam sistem persekolahan dan kebijakan pendidikan Indonesia. Beberapa di antara masalah itu adalah ujian nasional dan berbagai tes lainnya; perubahan kurikulum dari waktu ke waktu; program sekolah unggulan (sekolah bertaraf internasional); kompetisi dalam berbagai Olimpiade; penambahan jam belajar; serta sertifikasi dan ujian kompetensi guru. "Ternyata gagal meningkatkan mutu pendidikan," kata Ade. Menurut Ade, Koalisi Pendidikan mendesak agar rezim pendidikan neoliberal, yang terlihat dari kebijakan pendidikan nasional beberapa dekade terakhir, diakhiri. "Kami mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mempersiapkan agenda reformasi pendidikan," kata Ade.

Tuesday, November 26, 2013

guru perkosa murid di kelas

Guru yang seharusnya memberi contoh budi pekerti malah berbuat sebaliknya. Ini yang dilakukan Albertusidha (42), guru SMP di Jambi, yang memperkosa anak didiknya di ruang kelas. Seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (26/11/2013), kejadian memilukan itu terjadi saat korban yang selesai mengaji

Friday, September 20, 2013

guru maling!??

TRIBUNJOGJA.COM, PAMEKASAN – Bagus Ariwibowo (33), guru SDN di Kecamatan Proppo, Pamekasan, terpaksa dihajar warga, karena kepergok mencuri beras seberat 25 kg, Jumat (20/9/2013) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya guru yang tinggal di Desa Lemper Kecamatan Pademawu, Pamekasan, tubuhnya babak belur. Saat ini, tersangka ditahan di Polsek Tlanakan Pamekasan, bersama sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya untuk beraksi. Ahmad Supandi (40), warga Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan yang terbangun dari tidunya, karena curiga melihat pria mondar- mandir di depan rumahnya. Supandi mengawasi pria tersebut, sambil membawa sebatang kayu. Tidak lama kemudian, tersangka masuk ke halaman rumahnya lalu mengambil satu sak beras di teras rumahnya. Beras itu, kemudian di taruh pelaku di motor yang dibawanya. Melihat itu, Supandi lalu mengejar dan langsung menghajar pelaku dari belakang dengan kayu yang dibawanya. Aksi itu, membuat warga sekitar terbangun lalu ramai ramai menghajar pelaku. "Saya bukan pencuri, saya hanya kebetulan lewat dan melihat beras itu. Saya tidak mungkin mencuri, karena saya guru SD,” ujar Bagus, saat dikeroyok warga. Kapolsek Tlanakan, Iptu Agus Sutanto mengatakan, tersangka sekarang masih menjalani pemeriksaan. "Apa motifnya, kami belum bisa memberikan penjelasan karena pemeriksaan belum selesai,” ujar Iptu Agus