Thursday, March 5, 2020
Sunday, October 8, 2017
Saturday, March 29, 2014
Gempaq!!guru ppkn curi celana dalam dan bra
SITUBONDO, KOMPAS.com - Berdalih ingin memelet mantan pacarnya, seorang oknum guru SD bernama Erfan Septianto (25), Sabtu (29/3/2014) nekat mencuri 29 pakaian dalam wanita berupa celana dalam (CD) dan bra di sebuah tempat kos di jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Situbondo, Jawa Timur. Aksi pria yang mengaku warga Desa/ Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso itu terpergok penghuni kos, Ni Putu Dian Utari (20), salah seorang perawat di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Setelah diteriaki maling, oknum guru SD ini berusaha kabur dengan sepeda motornya, namun tertangkap warga di Jalan Anggrek, Situbondo. Saat dibawa ke Mapolres Situbondo, tersangka Erfan terus merengek minta dilepas
Friday, December 6, 2013
mutu pendidikan terendah
Tuesday, November 26, 2013
guru perkosa murid di kelas
Guru yang seharusnya memberi
contoh budi pekerti malah berbuat
sebaliknya. Ini yang dilakukan Albertusidha
(42), guru SMP di Jambi, yang memperkosa
anak didiknya di ruang kelas.
Seperti dilansir website Mahkamah Agung
(MA), Selasa (26/11/2013), kejadian
memilukan itu terjadi saat korban yang
selesai mengaji
Friday, September 20, 2013
guru maling!??
TRIBUNJOGJA.COM, PAMEKASAN – Bagus
Ariwibowo (33), guru SDN di Kecamatan
Proppo, Pamekasan, terpaksa dihajar
warga, karena kepergok mencuri beras
seberat 25 kg, Jumat (20/9/2013) sekitar
pukul 01.30 WIB.
Akibatnya guru yang tinggal di Desa Lemper
Kecamatan Pademawu, Pamekasan,
tubuhnya babak belur.
Saat ini, tersangka ditahan di Polsek
Tlanakan Pamekasan, bersama sepeda
motor Honda Beat yang dikendarainya
untuk beraksi.
Ahmad Supandi (40), warga Desa Ceguk,
Kecamatan Tlanakan yang terbangun dari
tidunya, karena curiga melihat pria mondar-
mandir di depan rumahnya. Supandi
mengawasi pria tersebut, sambil membawa
sebatang kayu. Tidak lama kemudian,
tersangka masuk ke halaman rumahnya lalu
mengambil satu sak beras di teras
rumahnya.
Beras itu, kemudian di taruh pelaku di
motor yang dibawanya. Melihat itu, Supandi
lalu mengejar dan langsung menghajar
pelaku dari belakang dengan kayu yang
dibawanya. Aksi itu, membuat warga
sekitar terbangun lalu ramai ramai
menghajar pelaku. "Saya bukan pencuri,
saya hanya kebetulan lewat dan melihat
beras itu. Saya tidak mungkin mencuri,
karena saya guru SD,” ujar Bagus, saat
dikeroyok warga.
Kapolsek Tlanakan, Iptu Agus Sutanto
mengatakan, tersangka sekarang masih
menjalani pemeriksaan.
"Apa motifnya, kami belum bisa
memberikan penjelasan karena
pemeriksaan belum selesai,” ujar Iptu Agus
Saturday, June 22, 2013
jago matematik dari purwokerto
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO -Kinatan
Arya Bagaspati, siswa kelas VI SDN 2
Sokanegara, Banyumas, Jawa Tengah akan
berangkat mewakili Indonesia dalam ajang
bergengsi Olimpiade Sains Matematika,
Bulgaria International Mathematics
Competition (BIMC) di Bulgaria pada 29 Juni
2013 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan
Monday, May 27, 2013
Guru sabu
Kepala Sekolah SMAN 8 Kota Tangerang yang ditangkap polisi karena memakai sabu mengaku bila mengajar selalu
mengkonsumsi narkoba.
DD ditangkap Satuan Narkoba
Polres Kota Tangerang, saat akan
masuk ke sekolah tempatnya
bekerja di Jalan Raya Asahan,
Cibodas, Perumnas IV, Kota
Tangerang, pekan lalu
Wednesday, March 20, 2013
Guru Sekolah Luar Biasa (SLB)
Negeri di Garut ini bernama Dede
Suharyadi. Dia harus berusan dengan polisi
gara-gara tersangkut pencabulan.
Korban pencabulan Dede adalah lima siswi
anak didiknya. Meski sudah dijadikan
tersangka, Dede tidak ditahan dengan
alasan tersanga koperatif saat diperiksa
dan tak akan melarikan diri selama proses
penyidikan berjalan
Friday, March 8, 2013
Tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Kutawaluya belum cair sejak empat bulan terakhir. Dampaknya, sejumlah guru sering terlambat masuk kelas. Ini karena guru tersebut harus bermain petak umpet dengan para penagih utang.
"Para guru banyak yang berurusan dengan penagih utang," ujar Kepala Sekolah SDN Karang Sinom Kecamatan Kutawaluya, Asep Saepuloh, Kamis (7/3).
Seharusnya, kata dia, guru sudah ada di sekolah pukul 07.00 WIB. Tapi karena banyakyang
Tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Kutawaluya belum cair sejak empat bulan terakhir. Dampaknya, sejumlah guru sering terlambat masuk kelas. Ini karena guru tersebut harus bermain petak umpet dengan para penagih utang.
"Para guru banyak yang berurusan dengan penagih utang," ujar Kepala Sekolah SDN Karang Sinom Kecamatan Kutawaluya, Asep Saepuloh, Kamis (7/3).
Seharusnya, kata dia, guru sudah ada di sekolah pukul 07.00 WIB. Tapi karena banyakyang menagih utang, mereka jadi terlambat antara satu hingga dua jam.
Akibatnya, pembelajaran siswa sedikit terganggu. Alhasil, para siswa ini terpaksa harus belajar sendiri sambil menunggu gurunya datang.
Kondisi ini karena terlambatnya pencairan sertifikasi. Jadi, para guru berjanji akan membayar utang bila sertifikasi telah cair.
Namun, sejak November 2012 sampai bulan ini, tunjangan tersebut tak kunjung datang. Sehingga mereka tak bisa membayar cicilan utangnya
Tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Kutawaluya belum cair sejak empat bulan terakhir. Dampaknya, sejumlah guru sering terlambat masuk kelas. Ini karena guru tersebut harus bermain petak umpet dengan para penagih utang.
"Para guru banyak yang berurusan dengan penagih utang," ujar Kepala Sekolah SDN Karang Sinom Kecamatan Kutawaluya, Asep Saepuloh, Kamis (7/3).
Seharusnya, kata dia, guru sudah ada di sekolah pukul 07.00 WIB. Tapi karena banyakyang menagih utang, mereka jadi terlambat antara satu hingga dua jam.
Akibatnya, pembelajaran siswa sedikit terganggu. Alhasil, para siswa ini terpaksa harus belajar sendiri sambil menunggu gurunya datang.
Kondisi ini karena terlambatnya pencairan sertifikasi. Jadi, para guru berjanji akan membayar utang bila sertifikasi telah cair.
Namun, sejak November 2012 sampai bulan ini, tunjangan tersebut tak kunjung datang. Sehingga mereka tak bisa membayar cicilan utangnya
Monday, February 4, 2013
Semua Santri Menyanyikan Mars TPA Baitul Munir
Melentur buluh biar dari rebungnya....
Label:
cikawung,
lagu mars tpa,
santri tpa,
tpa,
tpa baitul munir
Thursday, November 29, 2012
resiko jadi guru
Bukan mudah untuk jadi guru jaman sekarang,..anak murid semakin manja dan berani sementara wali murid pula sangat sayang anak.silap haribulan jumpa di pengadilan dan masuk internet....
Menurut MR (42), salah satu wali murid
yang mendatangi sekolah, mengatakan,
guru tersebut sering memberikan hukuman
yang tidak wajar pada siswanya.
"Menampar, memukul dengan
Menurut MR (42), salah satu wali murid
yang mendatangi sekolah, mengatakan,
guru tersebut sering memberikan hukuman
yang tidak wajar pada siswanya.
"Menampar, memukul dengan
Thursday, November 22, 2012
sekolah layak huni satu kemestian
SISWA Sekolah Dasar Negeri 2 Pageralang
Kecamatan Kemranjen terpaksa harus
mengakhiri belajar mereka karena kondisi
ruang untuk belajar yang tidak layak. Selain
atas sekolah yang sudah membayakan
untuk dihuni, hujan membuat lantai di
sekolah tersebut becek. Mereka, menambah
daftar kondisi buruk yang dialami
masyarakat negeri ini dalam menerima
layanan pendidikan.
Berita tentang sekolah rusak seperti SD
Negeri 2 Pageralang itu (Satelitpost, 20/11),
sudah seringkali ditulis oleh berbagai media
cetak, bahkan terekam dalam berita media
elekronik. Saking seringnya, banyak
kemungkinan bahwa di antara kita sudah
menjadikan pemberitaan semacam itu
sebagai berita yang tidak mengejutkan.
Berita ini terkadang dianggap ‘kalah’
penting untuk dibaca dibandingkan dengan
isu-isu lain yang menghiasi berbagai surat
kabar. Padahal, jika melihat pentingnya
dasar pendidikan bagi kemajuan sumber
daya manusia, itulah fondasi yang harus
dibangun secara kokoh.
Adapun untuk membangun sistim
pendidikan yang baik harus dimulai dari
beberapa hal penting. Sarana menjadi satu
dari sekian langkah yang harus dibenahi.
Tak terkecuali di wilayah Kabupaten
Banyumas. Masih adanya siswa SD yang
tidak bisa belajar dengan nyaman di
sekolahnya adalah indikasi kuat betapa
wajah pendidikan di wilayah ini masih
tampak buram.
Mari kita melihat data. Dinas Pendidikan
Kabupaten Banyumas menyebutkan, tahun
2010/2011 untuk sekolah-sekolah negeri
dari mulai jenjang TK hingga sekolah
lanjutan atas masih menyisakan masalah
dalam hal infrastruktur. Tercatat ada 2.438
bangunan sekolah yang mengalami
kerusakan. Terdiri dari rusak ringan dan
rusak berat. Sedangkan di sekolah swasta,
terdapat 622 sekolah yang rusak dari
berbagai jenjang. Entah disebabkan karena
keterbatasan infrastruktur atau hal lain,
angka putus sekolah juga akhirnya
menempati posisi yang cukup tinggi
sebanyak 498 siswa. Itulah fakta, bahwa
sektor pendidikan sebenarnya belum secara
optimal dipikirkan sebagai prioritas dalam
roda pembangunan di daerah.
Untuk menyelesaikan sekaligus semua
persoalan infrastruktur pendidikan dalam
waktu yang cepat memang tidaklah mudah.
Tetapi, seharusnya juga muncul kesadaran
dari pemerintah selaku penyelenggara
anggaran negara untuk bisa memilah-milah
mana yang seharusnya dijadikan skala
prioritas.
Jika pembangunan gedung mewah, atau
infrastruktur lain sekiranya tidak begitu
penting dirasakan oleh masyarakat luas,
maka skala prioritas jelas harus lebih berat
untuk dialokasikan pada perbaikan sekolah-
sekolah yang rusak. Saya pikir tidak ada
gunanya trotoar di pinggiran kota
direnovasi dengan begitu cantiknya namun
ruang-ruang kelas di pelosok perdesaan
masih menyisakan masalah berupa lantai
becek dan atap bocor di mana-mana.
Sudah saatnya semua tergerak. Bukan hanya
dari pemerintah, tetapi wakil rakyat sebagai
bagian dari pemerintahan itu sendiri wajib
memiliki rasa tanggung jawab sosial
terhadap nasib rakyatnya. Terlepas dari
mereka, masyarakat juga bisa berjuang
melalui hak suara dalam Pemilukada 2013
yang nantinya akan menentukan pemimpin
masa depan Banyumas. Harapan besar bagi
masyarakat, pemimpin yang diberi amanah
nantinya bisa memerjuangkan apa yang
menjadi kebutuhan rakyatnya terutama
dalam membenahi persoalan pendidikan.
(aga.satelitpost@gmail.com)
Kecamatan Kemranjen terpaksa harus
mengakhiri belajar mereka karena kondisi
ruang untuk belajar yang tidak layak. Selain
atas sekolah yang sudah membayakan
untuk dihuni, hujan membuat lantai di
sekolah tersebut becek. Mereka, menambah
daftar kondisi buruk yang dialami
masyarakat negeri ini dalam menerima
layanan pendidikan.
Berita tentang sekolah rusak seperti SD
Negeri 2 Pageralang itu (Satelitpost, 20/11),
sudah seringkali ditulis oleh berbagai media
cetak, bahkan terekam dalam berita media
elekronik. Saking seringnya, banyak
kemungkinan bahwa di antara kita sudah
menjadikan pemberitaan semacam itu
sebagai berita yang tidak mengejutkan.
Berita ini terkadang dianggap ‘kalah’
penting untuk dibaca dibandingkan dengan
isu-isu lain yang menghiasi berbagai surat
kabar. Padahal, jika melihat pentingnya
dasar pendidikan bagi kemajuan sumber
daya manusia, itulah fondasi yang harus
dibangun secara kokoh.
Adapun untuk membangun sistim
pendidikan yang baik harus dimulai dari
beberapa hal penting. Sarana menjadi satu
dari sekian langkah yang harus dibenahi.
Tak terkecuali di wilayah Kabupaten
Banyumas. Masih adanya siswa SD yang
tidak bisa belajar dengan nyaman di
sekolahnya adalah indikasi kuat betapa
wajah pendidikan di wilayah ini masih
tampak buram.
Mari kita melihat data. Dinas Pendidikan
Kabupaten Banyumas menyebutkan, tahun
2010/2011 untuk sekolah-sekolah negeri
dari mulai jenjang TK hingga sekolah
lanjutan atas masih menyisakan masalah
dalam hal infrastruktur. Tercatat ada 2.438
bangunan sekolah yang mengalami
kerusakan. Terdiri dari rusak ringan dan
rusak berat. Sedangkan di sekolah swasta,
terdapat 622 sekolah yang rusak dari
berbagai jenjang. Entah disebabkan karena
keterbatasan infrastruktur atau hal lain,
angka putus sekolah juga akhirnya
menempati posisi yang cukup tinggi
sebanyak 498 siswa. Itulah fakta, bahwa
sektor pendidikan sebenarnya belum secara
optimal dipikirkan sebagai prioritas dalam
roda pembangunan di daerah.
Untuk menyelesaikan sekaligus semua
persoalan infrastruktur pendidikan dalam
waktu yang cepat memang tidaklah mudah.
Tetapi, seharusnya juga muncul kesadaran
dari pemerintah selaku penyelenggara
anggaran negara untuk bisa memilah-milah
mana yang seharusnya dijadikan skala
prioritas.
Jika pembangunan gedung mewah, atau
infrastruktur lain sekiranya tidak begitu
penting dirasakan oleh masyarakat luas,
maka skala prioritas jelas harus lebih berat
untuk dialokasikan pada perbaikan sekolah-
sekolah yang rusak. Saya pikir tidak ada
gunanya trotoar di pinggiran kota
direnovasi dengan begitu cantiknya namun
ruang-ruang kelas di pelosok perdesaan
masih menyisakan masalah berupa lantai
becek dan atap bocor di mana-mana.
Sudah saatnya semua tergerak. Bukan hanya
dari pemerintah, tetapi wakil rakyat sebagai
bagian dari pemerintahan itu sendiri wajib
memiliki rasa tanggung jawab sosial
terhadap nasib rakyatnya. Terlepas dari
mereka, masyarakat juga bisa berjuang
melalui hak suara dalam Pemilukada 2013
yang nantinya akan menentukan pemimpin
masa depan Banyumas. Harapan besar bagi
masyarakat, pemimpin yang diberi amanah
nantinya bisa memerjuangkan apa yang
menjadi kebutuhan rakyatnya terutama
dalam membenahi persoalan pendidikan.
(aga.satelitpost@gmail.com)
Tuesday, November 6, 2012
Friday, September 28, 2012
PELAJARAN IPA DAN IPS DI SEKOLAH DASAR DIHAPUS?
Sistem pelajaran disekolah dasar negeri ini akan kembalai ke jaman penjajah?cuma belajar menghitung dan membaca saja?
Adalah tak pada tempatnya kalau sampai timbul niat menghapus peljaran ipa dan
Monday, October 24, 2011
banjir biasiswa?
SUARA BANYUMAS
Siswa Miskin Kebanjiran Beasiswa
PURWOKERTO - Siswa miskin di Kabupaten
Banyumas yang saat ini kesulitan biaya
sekolah, tidak perlu lagi khawatir putus
sekolah di tengah jalan. Pasalnya, tahun ini
Banyumas kebanjiran beasiswa untuk
mereka.
Kasi Pengendalian Mutu Dikmen Dinas
Pendidikan Banyumas, Kusyanto, kemarin
mengungkapkan pemerintah melalui APBN-P
Tahun 2011 telah mengalokasikan program
beasiswa dalam bentuk Bantuan Beasiswa
Miskin (BBM) yang diperuntukan bagi siswa
SMK serta Bantuan Khusus Murid Miskin
(BKMM) bagi siswa SMA.
Tahun ini Kabupaten Banyumas
memperoleh tambahan alokasi BBM untuk
4.056 siswa, sedangkan alokasi BKMM 4.562
siswa.
Rp 65.000/Bulan
Adapun dana yang diterima sebesar Rp
65.000 per bulan. Dana tersebut akan
diberikan untuk kurun waktu selama enam
bulan, terhitung mulai Juli sampai Desember
mendatang.
''Sebenarnya harapan kami jumlah alokasi
untuk jenjang SMK lebih banyak dari SMA,
sebab jumlah siswanya jauh lebih banyak.
Lantaran ini kebijakan pusat dinas tidak bisa
berbuat banyak,'' jelas dia.
Sebelumnya bantuan beasiswa dalam
bentuk BBM maupun BKMM juga pernah
disalurkan pemerintah dalam dua tahap.
Alokasi beasiswa BBM tahap pertama dan
kedua tersebut dialokasikan bagi 1.577
siswa, sedangkan alokasi BKMM untuk 1.191
siswa.
Selain itu, dari APBD provinsi juga
mengalokasikan program beasiswa siswa
miskin yang diperuntukan bagi 709 siswa.
Kemudian ada pula beasiswa yang
bersumber dari dana aspirasi DPRD
diperuntukkan bagi 1.200 siswa.
''Bagi siswa yang diusulkan kalangan
anggota Dewan tetapi tidak memperoleh
beasiswa, dapat diusulkan lagi untuk
menerima beasiswa yang bersumber dari
APBN-P tersebut,'' tandasnya.
Sementara Kabid Dikmen Dinas Pendidikan
Banyumas, Apenk Sunarto, menambahkan
selain diperuntukkan bagi siswa miskin
yang kesulitan biaya sekolah, program
beasiswa dari APBN-P juga dialokasikan
bagi siswa yang terkena dampak kebijakan
moratorium pengiriman TKI ke luar negeri.
Karena itu, tidak mengherankan bila alokasi
penerima beasiswa banyak yang berasal
dari sekolah di wilayah Kecamatan Gumelar
maupun Kemranjen, sebab selama ini
daerah tersebut dikenal sebagai kantung-
kantung pengiriman tenaga kerja ke luar
negeri
Siswa Miskin Kebanjiran Beasiswa
PURWOKERTO - Siswa miskin di Kabupaten
Banyumas yang saat ini kesulitan biaya
sekolah, tidak perlu lagi khawatir putus
sekolah di tengah jalan. Pasalnya, tahun ini
Banyumas kebanjiran beasiswa untuk
mereka.
Kasi Pengendalian Mutu Dikmen Dinas
Pendidikan Banyumas, Kusyanto, kemarin
mengungkapkan pemerintah melalui APBN-P
Tahun 2011 telah mengalokasikan program
beasiswa dalam bentuk Bantuan Beasiswa
Miskin (BBM) yang diperuntukan bagi siswa
SMK serta Bantuan Khusus Murid Miskin
(BKMM) bagi siswa SMA.
Tahun ini Kabupaten Banyumas
memperoleh tambahan alokasi BBM untuk
4.056 siswa, sedangkan alokasi BKMM 4.562
siswa.
Rp 65.000/Bulan
Adapun dana yang diterima sebesar Rp
65.000 per bulan. Dana tersebut akan
diberikan untuk kurun waktu selama enam
bulan, terhitung mulai Juli sampai Desember
mendatang.
''Sebenarnya harapan kami jumlah alokasi
untuk jenjang SMK lebih banyak dari SMA,
sebab jumlah siswanya jauh lebih banyak.
Lantaran ini kebijakan pusat dinas tidak bisa
berbuat banyak,'' jelas dia.
Sebelumnya bantuan beasiswa dalam
bentuk BBM maupun BKMM juga pernah
disalurkan pemerintah dalam dua tahap.
Alokasi beasiswa BBM tahap pertama dan
kedua tersebut dialokasikan bagi 1.577
siswa, sedangkan alokasi BKMM untuk 1.191
siswa.
Selain itu, dari APBD provinsi juga
mengalokasikan program beasiswa siswa
miskin yang diperuntukan bagi 709 siswa.
Kemudian ada pula beasiswa yang
bersumber dari dana aspirasi DPRD
diperuntukkan bagi 1.200 siswa.
''Bagi siswa yang diusulkan kalangan
anggota Dewan tetapi tidak memperoleh
beasiswa, dapat diusulkan lagi untuk
menerima beasiswa yang bersumber dari
APBN-P tersebut,'' tandasnya.
Sementara Kabid Dikmen Dinas Pendidikan
Banyumas, Apenk Sunarto, menambahkan
selain diperuntukkan bagi siswa miskin
yang kesulitan biaya sekolah, program
beasiswa dari APBN-P juga dialokasikan
bagi siswa yang terkena dampak kebijakan
moratorium pengiriman TKI ke luar negeri.
Karena itu, tidak mengherankan bila alokasi
penerima beasiswa banyak yang berasal
dari sekolah di wilayah Kecamatan Gumelar
maupun Kemranjen, sebab selama ini
daerah tersebut dikenal sebagai kantung-
kantung pengiriman tenaga kerja ke luar
negeri
Tuesday, September 6, 2011
Saturday, August 13, 2011
RENCANA REUNI AKBAR ALUMNI SPGN PURWOKERTO LULUSAN 1991
Rencana Reuni Kita
Hari/tanggal : Sabtu, 3 September
2011
Tempat : Restoran Taman
Pringsewu Baturraden
Waktu : 09.00-selesai
Kontribusi Per Orang : Rp.
37.000,-
Dengan Fasilitas :
Makan Siang
- Nasi Putih
- Sop Jagung
- Udang Gulung
- Capcay
- Mie Goreng
- Acar
- Sambal
- Es Buah
- Mineral
Snack
- Mendoan Khas Banyumas
- Pisang Rebus
- Klepon
- Teh/ Kopi
Fasilitas : Dekorasi,Sound
System,karaoke, Sulap
Untuk Kepesertaan Harap
Conform Ke : 08122670282
Format : SPG91-NAMA-JMLH
PSERTA-OK
Kontribusi mohon transfer ke
No Rekening : 136904263
Bank : BNI Purwokerto
A.N.Rosyad
Bukti Transfer Di fax ke
0281-681754
Mohon untuk dibant kepada
temen2 dibawah ini
sebagai koordinator kelas:
1.Siti Rokhani : kelas C ( FB : Yu
Vida Kue Anie)
2.Sugi Yanto:kelas D ( FB :Sugi
Yanto )
3.Agus Budijanto : kelas A, ( FB :
Agus Budijanto)
4.Indah kartiningrum : kelas B
( FB:Indah Kartika)
Subscribe to:
Posts (Atom)