Thursday, March 5, 2020

Hujan kembali lagi

Sunday, October 8, 2017

Saturday, March 29, 2014

Gempaq!!guru ppkn curi celana dalam dan bra


SITUBONDO, KOMPAS.com - Berdalih ingin memelet mantan pacarnya, seorang oknum guru SD bernama Erfan Septianto (25), Sabtu (29/3/2014) nekat mencuri 29 pakaian dalam wanita berupa celana dalam (CD) dan bra di sebuah tempat kos di jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Situbondo, Jawa Timur. Aksi pria yang mengaku warga Desa/ Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso itu terpergok penghuni kos, Ni Putu Dian Utari (20), salah seorang perawat di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Setelah diteriaki maling, oknum guru SD ini berusaha kabur dengan sepeda motornya, namun tertangkap warga di Jalan Anggrek, Situbondo. Saat dibawa ke Mapolres Situbondo, tersangka Erfan terus merengek minta dilepas

Friday, December 6, 2013

mutu pendidikan terendah


Mutu Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia TEMPO.CO, Jakarta - Programme for International Study Assessment (PISA) 2012 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan. Pemeringkatan tersebut dapat dilihat dari skor yang dicapai pelajar usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. "Selama mengikuti studi tersebut sejak 2000, Indonesia selalu berada pada salah satu peringkat rendah," kata anggota Koalisi Pendidikan, Ade Irawan, melalui rilis pers pada Jumat, 6 Desember 2013. Dalam studi ini, mutu pendidikan Indonesia yang rendah dikonfirmasikan dengan anggaran dan biaya pendidikan yang langsung dibayar masyarakat naik signifikan dari tahun ke tahun. PISA merupakan studi internasional yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development. Indonesia mengikuti dua tes internasional, yaitu studi Trends in International Mathematics and Science Studies dan Progress in Internatioal Reading Literacy Studi untuk murid sekolah dasar. "Indonesia juga berada di ranking terendah dalam kedua studi tersebut," kata Ade. Menurut Ade, PISA harus dilihat secara kritis. "Karena di balik itu ada agenda yang bersifat ideologis-liberalistis yang hanya mengukur tiga kemampuan dasar murid dan tidak memadai dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pendidikan nasional," kata Ade. Ade mengatakan, selayaknya Kementerian Pendidikan mengembangkan sistem assessment bersifat nasional dan mencerminkan keberagaman anak. Mutu pendidikan Indonesia yang rendah, sebagaimana tercermin dari hasil studi PISA, memperlihatkan ada sesuatu yang salah dalam sistem persekolahan dan kebijakan pendidikan Indonesia. Beberapa di antara masalah itu adalah ujian nasional dan berbagai tes lainnya; perubahan kurikulum dari waktu ke waktu; program sekolah unggulan (sekolah bertaraf internasional); kompetisi dalam berbagai Olimpiade; penambahan jam belajar; serta sertifikasi dan ujian kompetensi guru. "Ternyata gagal meningkatkan mutu pendidikan," kata Ade. Menurut Ade, Koalisi Pendidikan mendesak agar rezim pendidikan neoliberal, yang terlihat dari kebijakan pendidikan nasional beberapa dekade terakhir, diakhiri. "Kami mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mempersiapkan agenda reformasi pendidikan," kata Ade.

Tuesday, November 26, 2013

guru perkosa murid di kelas

Guru yang seharusnya memberi contoh budi pekerti malah berbuat sebaliknya. Ini yang dilakukan Albertusidha (42), guru SMP di Jambi, yang memperkosa anak didiknya di ruang kelas. Seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (26/11/2013), kejadian memilukan itu terjadi saat korban yang selesai mengaji

Friday, September 20, 2013

guru maling!??

TRIBUNJOGJA.COM, PAMEKASAN – Bagus Ariwibowo (33), guru SDN di Kecamatan Proppo, Pamekasan, terpaksa dihajar warga, karena kepergok mencuri beras seberat 25 kg, Jumat (20/9/2013) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya guru yang tinggal di Desa Lemper Kecamatan Pademawu, Pamekasan, tubuhnya babak belur. Saat ini, tersangka ditahan di Polsek Tlanakan Pamekasan, bersama sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya untuk beraksi. Ahmad Supandi (40), warga Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan yang terbangun dari tidunya, karena curiga melihat pria mondar- mandir di depan rumahnya. Supandi mengawasi pria tersebut, sambil membawa sebatang kayu. Tidak lama kemudian, tersangka masuk ke halaman rumahnya lalu mengambil satu sak beras di teras rumahnya. Beras itu, kemudian di taruh pelaku di motor yang dibawanya. Melihat itu, Supandi lalu mengejar dan langsung menghajar pelaku dari belakang dengan kayu yang dibawanya. Aksi itu, membuat warga sekitar terbangun lalu ramai ramai menghajar pelaku. "Saya bukan pencuri, saya hanya kebetulan lewat dan melihat beras itu. Saya tidak mungkin mencuri, karena saya guru SD,” ujar Bagus, saat dikeroyok warga. Kapolsek Tlanakan, Iptu Agus Sutanto mengatakan, tersangka sekarang masih menjalani pemeriksaan. "Apa motifnya, kami belum bisa memberikan penjelasan karena pemeriksaan belum selesai,” ujar Iptu Agus

Saturday, June 22, 2013

jago matematik dari purwokerto

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO -Kinatan Arya Bagaspati, siswa kelas VI SDN 2 Sokanegara, Banyumas, Jawa Tengah akan berangkat mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Matematika, Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) di Bulgaria pada 29 Juni 2013 mendatang. Kepala Dinas Pendidikan

Monday, May 27, 2013

Guru sabu

Kepala Sekolah SMAN 8 Kota Tangerang yang ditangkap polisi karena memakai sabu mengaku bila mengajar selalu mengkonsumsi narkoba. DD ditangkap Satuan Narkoba Polres Kota Tangerang, saat akan masuk ke sekolah tempatnya bekerja di Jalan Raya Asahan, Cibodas, Perumnas IV, Kota Tangerang, pekan lalu

Wednesday, March 20, 2013

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Garut ini bernama Dede Suharyadi. Dia harus berusan dengan polisi gara-gara tersangkut pencabulan. Korban pencabulan Dede adalah lima siswi anak didiknya. Meski sudah dijadikan tersangka, Dede tidak ditahan dengan alasan tersanga koperatif saat diperiksa dan tak akan melarikan diri selama proses penyidikan berjalan

Friday, March 8, 2013

Tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Kutawaluya belum cair sejak empat bulan terakhir. Dampaknya, sejumlah guru sering terlambat masuk kelas. Ini karena guru tersebut harus bermain petak umpet dengan para penagih utang. "Para guru banyak yang berurusan dengan penagih utang," ujar Kepala Sekolah SDN Karang Sinom Kecamatan Kutawaluya, Asep Saepuloh, Kamis (7/3). Seharusnya, kata dia, guru sudah ada di sekolah pukul 07.00 WIB. Tapi karena banyakyang
Tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Kutawaluya belum cair sejak empat bulan terakhir. Dampaknya, sejumlah guru sering terlambat masuk kelas. Ini karena guru tersebut harus bermain petak umpet dengan para penagih utang. "Para guru banyak yang berurusan dengan penagih utang," ujar Kepala Sekolah SDN Karang Sinom Kecamatan Kutawaluya, Asep Saepuloh, Kamis (7/3). Seharusnya, kata dia, guru sudah ada di sekolah pukul 07.00 WIB. Tapi karena banyakyang menagih utang, mereka jadi terlambat antara satu hingga dua jam. Akibatnya, pembelajaran siswa sedikit terganggu. Alhasil, para siswa ini terpaksa harus belajar sendiri sambil menunggu gurunya datang. Kondisi ini karena terlambatnya pencairan sertifikasi. Jadi, para guru berjanji akan membayar utang bila sertifikasi telah cair. Namun, sejak November 2012 sampai bulan ini, tunjangan tersebut tak kunjung datang. Sehingga mereka tak bisa membayar cicilan utangnya
Tunjangan sertifikasi guru di Kecamatan Kutawaluya belum cair sejak empat bulan terakhir. Dampaknya, sejumlah guru sering terlambat masuk kelas. Ini karena guru tersebut harus bermain petak umpet dengan para penagih utang. "Para guru banyak yang berurusan dengan penagih utang," ujar Kepala Sekolah SDN Karang Sinom Kecamatan Kutawaluya, Asep Saepuloh, Kamis (7/3). Seharusnya, kata dia, guru sudah ada di sekolah pukul 07.00 WIB. Tapi karena banyakyang menagih utang, mereka jadi terlambat antara satu hingga dua jam. Akibatnya, pembelajaran siswa sedikit terganggu. Alhasil, para siswa ini terpaksa harus belajar sendiri sambil menunggu gurunya datang. Kondisi ini karena terlambatnya pencairan sertifikasi. Jadi, para guru berjanji akan membayar utang bila sertifikasi telah cair. Namun, sejak November 2012 sampai bulan ini, tunjangan tersebut tak kunjung datang. Sehingga mereka tak bisa membayar cicilan utangnya

Monday, February 4, 2013

Semua Santri Menyanyikan Mars TPA Baitul Munir

Melentur buluh biar dari rebungnya....

Thursday, November 29, 2012

resiko jadi guru

Bukan mudah untuk jadi guru jaman sekarang,..anak murid semakin manja dan berani sementara wali murid pula sangat sayang anak.silap haribulan jumpa di pengadilan dan masuk internet....

Menurut MR (42), salah satu wali murid
yang mendatangi sekolah, mengatakan,
guru tersebut sering memberikan hukuman
yang tidak wajar pada siswanya.
"Menampar, memukul dengan

Thursday, November 22, 2012

sekolah layak huni satu kemestian

SISWA Sekolah Dasar Negeri 2 Pageralang
Kecamatan Kemranjen terpaksa harus
mengakhiri belajar mereka karena kondisi
ruang untuk belajar yang tidak layak. Selain
atas sekolah yang sudah membayakan
untuk dihuni, hujan membuat lantai di
sekolah tersebut becek. Mereka, menambah
daftar kondisi buruk yang dialami
masyarakat negeri ini dalam menerima
layanan pendidikan.
Berita tentang sekolah rusak seperti SD
Negeri 2 Pageralang itu (Satelitpost, 20/11),
sudah seringkali ditulis oleh berbagai media
cetak, bahkan terekam dalam berita media
elekronik. Saking seringnya, banyak
kemungkinan bahwa di antara kita sudah
menjadikan pemberitaan semacam itu
sebagai berita yang tidak mengejutkan.
Berita ini terkadang dianggap ‘kalah’
penting untuk dibaca dibandingkan dengan
isu-isu lain yang menghiasi berbagai surat
kabar. Padahal, jika melihat pentingnya
dasar pendidikan bagi kemajuan sumber
daya manusia, itulah fondasi yang harus
dibangun secara kokoh.
Adapun untuk membangun sistim
pendidikan yang baik harus dimulai dari
beberapa hal penting. Sarana menjadi satu
dari sekian langkah yang harus dibenahi.
Tak terkecuali di wilayah Kabupaten
Banyumas. Masih adanya siswa SD yang
tidak bisa belajar dengan nyaman di
sekolahnya adalah indikasi kuat betapa
wajah pendidikan di wilayah ini masih
tampak buram.
Mari kita melihat data. Dinas Pendidikan
Kabupaten Banyumas menyebutkan, tahun
2010/2011 untuk sekolah-sekolah negeri
dari mulai jenjang TK hingga sekolah
lanjutan atas masih menyisakan masalah
dalam hal infrastruktur. Tercatat ada 2.438
bangunan sekolah yang mengalami
kerusakan. Terdiri dari rusak ringan dan
rusak berat. Sedangkan di sekolah swasta,
terdapat 622 sekolah yang rusak dari
berbagai jenjang. Entah disebabkan karena
keterbatasan infrastruktur atau hal lain,
angka putus sekolah juga akhirnya
menempati posisi yang cukup tinggi
sebanyak 498 siswa. Itulah fakta, bahwa
sektor pendidikan sebenarnya belum secara
optimal dipikirkan sebagai prioritas dalam
roda pembangunan di daerah.
Untuk menyelesaikan sekaligus semua
persoalan infrastruktur pendidikan dalam
waktu yang cepat memang tidaklah mudah.
Tetapi, seharusnya juga muncul kesadaran
dari pemerintah selaku penyelenggara
anggaran negara untuk bisa memilah-milah
mana yang seharusnya dijadikan skala
prioritas.
Jika pembangunan gedung mewah, atau
infrastruktur lain sekiranya tidak begitu
penting dirasakan oleh masyarakat luas,
maka skala prioritas jelas harus lebih berat
untuk dialokasikan pada perbaikan sekolah-
sekolah yang rusak. Saya pikir tidak ada
gunanya trotoar di pinggiran kota
direnovasi dengan begitu cantiknya namun
ruang-ruang kelas di pelosok perdesaan
masih menyisakan masalah berupa lantai
becek dan atap bocor di mana-mana.
Sudah saatnya semua tergerak. Bukan hanya
dari pemerintah, tetapi wakil rakyat sebagai
bagian dari pemerintahan itu sendiri wajib
memiliki rasa tanggung jawab sosial
terhadap nasib rakyatnya. Terlepas dari
mereka, masyarakat juga bisa berjuang
melalui hak suara dalam Pemilukada 2013
yang nantinya akan menentukan pemimpin
masa depan Banyumas. Harapan besar bagi
masyarakat, pemimpin yang diberi amanah
nantinya bisa memerjuangkan apa yang
menjadi kebutuhan rakyatnya terutama
dalam membenahi persoalan pendidikan.
(aga.satelitpost@gmail.com)

Friday, September 28, 2012

PELAJARAN IPA DAN IPS DI SEKOLAH DASAR DIHAPUS?

Sistem pelajaran disekolah dasar negeri ini akan kembalai ke jaman penjajah?cuma belajar menghitung dan membaca saja? Adalah tak pada tempatnya kalau sampai timbul niat menghapus peljaran ipa dan

Monday, October 24, 2011

banjir biasiswa?

SUARA BANYUMAS
Siswa Miskin Kebanjiran Beasiswa
PURWOKERTO - Siswa miskin di Kabupaten
Banyumas yang saat ini kesulitan biaya
sekolah, tidak perlu lagi khawatir putus
sekolah di tengah jalan. Pasalnya, tahun ini
Banyumas kebanjiran beasiswa untuk
mereka.
Kasi Pengendalian Mutu Dikmen Dinas
Pendidikan Banyumas, Kusyanto, kemarin
mengungkapkan pemerintah melalui APBN-P
Tahun 2011 telah mengalokasikan program
beasiswa dalam bentuk Bantuan Beasiswa
Miskin (BBM) yang diperuntukan bagi siswa
SMK serta Bantuan Khusus Murid Miskin
(BKMM) bagi siswa SMA.
Tahun ini Kabupaten Banyumas
memperoleh tambahan alokasi BBM untuk
4.056 siswa, sedangkan alokasi BKMM 4.562
siswa.
Rp 65.000/Bulan
Adapun dana yang diterima sebesar Rp
65.000 per bulan. Dana tersebut akan
diberikan untuk kurun waktu selama enam
bulan, terhitung mulai Juli sampai Desember
mendatang.
''Sebenarnya harapan kami jumlah alokasi
untuk jenjang SMK lebih banyak dari SMA,
sebab jumlah siswanya jauh lebih banyak.
Lantaran ini kebijakan pusat dinas tidak bisa
berbuat banyak,'' jelas dia.
Sebelumnya bantuan beasiswa dalam
bentuk BBM maupun BKMM juga pernah
disalurkan pemerintah dalam dua tahap.
Alokasi beasiswa BBM tahap pertama dan
kedua tersebut dialokasikan bagi 1.577
siswa, sedangkan alokasi BKMM untuk 1.191
siswa.
Selain itu, dari APBD provinsi juga
mengalokasikan program beasiswa siswa
miskin yang diperuntukan bagi 709 siswa.
Kemudian ada pula beasiswa yang
bersumber dari dana aspirasi DPRD
diperuntukkan bagi 1.200 siswa.
''Bagi siswa yang diusulkan kalangan
anggota Dewan tetapi tidak memperoleh
beasiswa, dapat diusulkan lagi untuk
menerima beasiswa yang bersumber dari
APBN-P tersebut,'' tandasnya.
Sementara Kabid Dikmen Dinas Pendidikan
Banyumas, Apenk Sunarto, menambahkan
selain diperuntukkan bagi siswa miskin
yang kesulitan biaya sekolah, program
beasiswa dari APBN-P juga dialokasikan
bagi siswa yang terkena dampak kebijakan
moratorium pengiriman TKI ke luar negeri.
Karena itu, tidak mengherankan bila alokasi
penerima beasiswa banyak yang berasal
dari sekolah di wilayah Kecamatan Gumelar
maupun Kemranjen, sebab selama ini
daerah tersebut dikenal sebagai kantung-
kantung pengiriman tenaga kerja ke luar
negeri

Saturday, August 13, 2011

RENCANA REUNI AKBAR ALUMNI SPGN PURWOKERTO LULUSAN 1991









Rencana Reuni Kita
Hari/tanggal : Sabtu, 3 September
2011
Tempat : Restoran Taman
Pringsewu Baturraden
Waktu : 09.00-selesai
Kontribusi Per Orang : Rp.
37.000,-
Dengan Fasilitas :
Makan Siang
- Nasi Putih
- Sop Jagung
- Udang Gulung
- Capcay
- Mie Goreng
- Acar
- Sambal
- Es Buah
- Mineral
Snack
- Mendoan Khas Banyumas
- Pisang Rebus
- Klepon
- Teh/ Kopi
Fasilitas : Dekorasi,Sound
System,karaoke, Sulap
Untuk Kepesertaan Harap
Conform Ke : 08122670282
Format : SPG91-NAMA-JMLH
PSERTA-OK
Kontribusi mohon transfer ke
No Rekening : 136904263
Bank : BNI Purwokerto
A.N.Rosyad
Bukti Transfer Di fax ke
0281-681754
Mohon untuk dibant kepada
temen2 dibawah ini
sebagai koordinator kelas:
1.Siti Rokhani : kelas C ( FB : Yu
Vida Kue Anie)
2.Sugi Yanto:kelas D ( FB :Sugi
Yanto )
3.Agus Budijanto : kelas A, ( FB :
Agus Budijanto)
4.Indah kartiningrum : kelas B
( FB:Indah Kartika)